Sejarah Unik Istilah ‘Toko Kelontong’


1344233997995450974
tjina klontong bakoel (ilust centprent.com)
Toko kelontong dalam bahasa Inggris disebut dengan convenience store yaitu toko yang menjual segala macam keperluan sehari-hari, mulai dari peralatan mandi, peralatan makan, peralatan dapur, peralatan tulis sampai makanan ringan. Pokoknya komoditas yang tersedia serba-neka (sundries) dan lokasinya juga mudah dijangkau dari tempat permukiman kita. Barangkali pernah tercetus dalam benak Anda, mengapa kedai semacam ini dinamakan dengan ‘toko kelontong’.

1344234176620034773
kelontong
Kata ‘kelontong’ memang memiliki sejarah yang cukup tua. Kata ini merujuk kepada alat bunyi-bunyian yang selalu dibawa oleh pedagang keliling tionghoa di saat menjajakan barang dagangannya tempo dulu. Kelontong ini berbentuk tambur (rebana) mini bertangkai dan di kedua sisinya diberi tali pendek dengan biji bulat di ujungnya. Tambur mini ini bisa terbuat dari kaleng, kulit samak, atau kertas semen. Dengan digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan pada tangkainya, maka biji bulat ini akan ‘menabuh’ tambur ini dengan suara kelontong-kelontong. Orang di dalam rumah akan segera tahu bahwa penjaja barang keliling sedang lewat di rumahnya mendengar suara kelontong yang khas ini. Di zaman itu si penjaja (pedlar) ini disebut dengan ‘tjina klontong’. Perhatikan kelontong yang berada pada genggaman tangan kirinya di gambar atas.
13442343731860355020
iklan di koran Java Bode tahun 1895 (ilust tropenmuseum)
Barang dagangannya yang merupakan kebutuhan hidup sehari-hari dibawanya dengan pikulan. ‘Kontainer’nya bisa berujud kotak kayu atau keranjang bambu. Bahkan kalau barang dagangan berisi kain dan bahan tenunan lain, maka wadah yang dipikulnya berbentuk seperti lemari. Kalau beban yang dipikulnya cukup berat, kadangkala ia perlu menyewa tukang angkut yang dinamakan ‘koeli’. Begitu ‘tenar’nya ilustrasi ‘tjina klontong’ ini, sampai-sampai dia dipakai sebagai merk minyak wangi (kelonyo) Eau de Lavande (artinya minyak bunga lavender). Gambar yang nampak di atas adalah iklan yang dimuat pada koran Java Bode tertanggal 30 November 1895.
Dengan berjalannya waktu, pedagang keliling ini akhirnya bisa mendirikan toko sederhana yang tentunya dengan barang dagangan yang lebih beragam. Sekali pun dia tidak lagi menggunakan kelontong, kiosnya tetap dinamai dengan ‘toko kelontong’. Dan nama ini pun masih cukup lazim dipakai orang sampai sekarang.
Ada pula istilah yang cukup ‘populer’ di zaman itu yaitu ‘tjina mindering’. Sebutan ini ditujukan pada orang tionghoa yang memberikan pinjaman uang dengan bunga tertentu. Kata ‘mindering’ berasal dari bahasa Belanda yang bermakna potongan (harga). ‘Tjina mindering’ ini bukan saja memberi pinjaman uang, tetapi juga menjual barang dengan sistem cicilan. Kalau di zaman sekarang mungkin dinamakan dengan ‘tukang kredit’ atau ‘rentenir’. Umumnya mereka beroperasi di pasar-pasar menawarkan jasanya. Sebutan yang dirasakan cukup miring bahkan pada zaman itu, sempat membuat kalangan tionghoa melayangkan protes kepada pemerintah Hindia Belanda. Mereka berkilah bahwa yang melakukan ‘mindering’ bukan cuma orang ‘tjina’ saja, melainkan banyak pula dari golongan Arab, juga dari orang Belanda totok.
Namun julukan yang sudah terlanjur melekat nampaknya memang sulit dihapuskan. Bahkan kata ‘mindering’ ini masuk ke dalam kosakata bahasa Jawa menjadi ‘mindringan’ yang bermakna ‘mengangsur’. Misalnya ada istilah ‘mindringan batik’ yang bermakna membeli kain batik dengan sistem mengangsur. Istilah ‘tjina mindering’ masih sering saya dengar di tahun 60an dan diucapkan orang dengan wajah mencibir. Dewasa ini istilah ini lenyap dengan sendirinya karena memang tak ada lagi yang menggeluti ‘profesi’ ini. Justru istilah ‘rentenir’ yang masih galib digunakan orang untuk merujuk kepada si lintah darat ini. Kata ini mengadopsi dari bahasa Belanda ‘rentenier’ yang bermakna ‘orang yang hidup dari riba’ (person living off his interest). Jaman memang sudah berubah, tetapi acapkali kata-kata usang ini tetap bertahan tak sirna dimakan waktu.



sumber: kompasiana

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com